• Yahoo Messenger Chat

  • Iklan

Upakara Pengiring Upacara Bhuta Yadnya

Umat Hindu memiliki beragam upakara yang digunakan untuk mengiringi upacaranya. Keanekaragaman upakara tersebut merupakan salah satu ci khas budaya Hindu di Bali. Berbagai macam persembahan dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai wujud rasa bhakti dan rasa syukur Umat kehadan-Nya. Umat Hindu memiliki upakara untuk Upacara Bhuta Yadnya. Yaitu upakara yang dihaturkan kehadapan Para Bhuta Kala, tujuannya adalah untuk menetralisir kekuatan negative menjadi kekuatan postif yang ada di alam semesta ini.

Berikut beberapa upakara upacara Bhuta Yadnya menurut tingkatannya :

  • Segehan serta banten yg setingkat
  1. Segehan kepelan dan segehan cacahan : segehan ini biasanya selalu mengiringi prosesi upacara panca yadnya,untuk memujung ke setra dan upacara-upacara Bhuta Yadnya.
  2. Segehan Agung : digunakan untuk memendak membuka tanah baru baik untuk perumahan ataupun pura, jg digunakan sebagai pelengkap caru atau tawur.
  3. Gelar Sanga : banten ini selalu ditaruh di bawah sanggar pesaksi dalam upacara caru atau tawur misalnya memendak atau ngelebar.
  4. Banten Prayascita : berfungsi sebagai pembersihan terhadap tempat-tempat atau bangunan terutama yg baru diperbaiki dan juga untuk pembersihan orang yang habis kena cuntaka.
  • Caru
  1. Caru Ayam Brumbun : caru ayam brumbun disebut pula caru pengeruak, digunakan pada waktu piodalan di pura serta merajan. Bertujuan untuk menyucikan tempat yang diupacarai dari kekuatan-kekuatan negative para Bhuta Kala sehingga keharmonisan dapat diwujudkan.
  2. Caru Panca Sata : caru ini menggunakan lima ekor ayam yang warnanya disesuaikan dengan pengider-ider arah mata angin, digunakan untuk melaspas Pura atau sanggah perumahan dan juga sebagai dasar dari caru-caru yang lainnya.
  3. Caru Panca Kelud : caru ini mepergunakan lima ekor ayam ditambah seekor itik belang kalung dan seekor asu belang bungkem. Caru ini digunakan sebagai dasar dalam upacara Mapedanan, ngenteg linggih, odalan.
  4. Caru Resi Gana : digunakan apabila ada kejadian yang aneh-aneh misalnya ada tempat yang dianggap angker atau setelah terjadi bencana.
  • Tawur Agung

Salah satu contohnya adalah tawur kesanga. Bertujuan untuk menyucikan bhuana agung dan bhuana alit dengan sarana utama api dan air. Dilaksanakan pada Tilen sasih kesanga di hari pengerupukan.

Demikianlah sedikit ulasan singkat tentang upakara upacara Bhuta Yadnya.

sanggah cucuk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: